BerandaHukumSaksi kunci bongkar asal-usul memar ANW dalam kasus Betrand Peto: Terlalu dilebih-lebihkan

Saksi kunci bongkar asal-usul memar ANW dalam kasus Betrand Peto: Terlalu dilebih-lebihkan

Perkara yang menyeret nama Betrand Peto terus menjadi perhatian publik. Di tengah berbagai narasi yang beredar mengenai dugaan pelecehan, kini muncul kesaksian dari seorang server klub di kawasan SCBD yang mengaku berada di lokasi ketika keributan terjadi.

Pria bernama Jakaria itu memberikan keterangannya mengenai kronologi di dalam room, termasuk soal luka memar yang dialami seorang perempuan berinisial ANW (21).

Menurut Jakaria, memar yang terlihat pada tubuh ANW kemungkinan terjadi ketika situasi di lokasi berlangsung ricuh. Ia menyebut ANW sempat terjatuh ketika keluar dari room.

Jakaria Ungkap Versinya soal Luka Memar ANW

Dalam wawancara, Jakaria menjelaskan bahwa dirinya sempat berusaha memisahkan ANW ketika situasi mulai memanas.

Ia menyebut perempuan tersebut masih berontak saat hendak dikeluarkan dari room. Dalam kondisi tersebut, Jakaria menduga ANW mungkin terbentur meja atau benda lain.

“Oh kalau… sebenarnya kalau untuk luka yang biru-biru, karena dia sempat jatuh juga pas waktu dia keluar dari room. Karena kan saya pisahin nih, saya pisahin dia masih berontak. Mungkin ada ada hal yang kena meja atau segala macam. Terus dia pas keluar juga jatuh juga.” ujar Jakaria dikutip TribunTrends, Senin, 14 September 2026.

Jakaria mengatakan ANW disebut masih berusaha mendekati Betrand. Karena situasi tersebut, Jakaria kemudian memilih mengeluarkan ANW dari ruangan.

“Karena gue keluarin, dia masih berontak-berontak kayak yang mau nyamperin si B itu, ceweknya A, gitu. Mungkin karena enggak terima, ya udah akhirnya saya keluarin aja. Dan akhirnya dia… dengan kondisi yang itu, dia jatuh.”

Menurut Jakaria, dari situ kemungkinan muncul luka memar pada tubuh ANW.

“Mungkin situ lah dia memar-memarnya.”

Kesaksian Baru di Tengah Kasus yang Jadi Sorotan

Keterangan Jakaria menjadi perhatian karena luka memar yang dialami ANW sebelumnya ikut menjadi bagian dari perbincangan mengenai peristiwa yang kini menyeret nama Betrand Peto.

Namun, Jakaria memiliki pandangan tersendiri berdasarkan apa yang menurutnya ia lihat langsung di dalam room.

Ketika ditanya mengenai pemberitaan yang beredar, Jakaria menilai narasi yang berkembang terlalu jauh dibandingkan dengan kondisi yang ia saksikan.

“Kalau untuk berita yang beredar, sebenarnya itu terlalu melebih-lebihkan, ya. Dengan kondisi yang saya lihat dan saya… saya lihat di dalam itu tuh enggak ada hal-hal yang seperti itu lah. Itu terlalu yang kayak melebih-lebihkan.”

Meski demikian, pernyataan tersebut merupakan versi dan kesaksian Jakaria berdasarkan apa yang ia lihat. Keterangan itu tidak serta-merta menentukan benar atau tidaknya dugaan yang telah dilaporkan.

Sempat Berusaha Menenangkan Situasi

Jakaria mengaku pihak yang berada di lokasi sebenarnya berusaha meredakan ketegangan sebelum persoalan berkembang semakin jauh.

Menurutnya, pihak klub ingin berbicara baik-baik dan mencari tahu penyebab kemarahan yang terjadi.

“Sebenarnya… dari pihak saya juga yang jaga, mau menyelesaikannya. Mau ngomong baik-baik kenapa sih marah-marah, kenapa sih… ya menenangkan.”

Ia mengaku tidak ingin persoalan tersebut berkembang menjadi lebih besar di luar lokasi.

“Jangan sampai ada hal-hal di luaran sana tuh yang…”

Saat pewawancara menyebut persoalan tersebut bisa menjadi panjang, Jakaria pun membenarkannya.

“Jadi… iya, jadi huru-hara lah gitu.”

Namun, menurut Jakaria, pihak perempuan saat itu memilih meninggalkan lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

“Cuma dari pihak mereka tuh yang cewek-cewek itu… tiba-tiba enggak mau, masih marah, terus cabut ke rumah sakit, jatuhnya ke klinik lah gitu untuk periksa.”

Flashback Sebelum Masuk ke Room

Jakaria juga membeberkan versinya mengenai situasi sebelum sejumlah orang masuk ke room.

Menurut dia, seorang pria berinisial A awalnya meminta untuk ditemani teman perempuan saat berada di klub.

“Oh, sebenarnya dari awal dia masuk ke sini, si A itu minta temenin. Minta ada teman, ‘Ada enggak teman-teman cewek?’ gitu kan, untuk… untuk nemenin di sini lah untuk kita minum-minum ba- bareng.”

Jakaria mengaku kemudian mencari teman perempuan di area lounge.

Menurutnya, sebelum masuk ke ruangan, ia telah menanyakan apakah mereka bersedia bergabung.

“Dan sebelum itu saya udah… udah bilang, ‘Mau enggak gitu kita minum-minum lah jatuhnya di…” terus ‘Oh ya udah yuk’ gitu.”

Mengaku Sudah Memastikan Kondisi Sebelum Masuk

Jakaria juga mengatakan dirinya telah memastikan kondisi sebelum semua orang masuk ke room.

“Iya udah di-make sure. Dan… dan pas masuk juga, saya udah make sure.”

Ia mengaku memperkenalkan orang-orang yang berada di ruangan tersebut dan memberi tahu bahwa apabila ada yang merasa tidak nyaman, mereka bisa keluar atau meminta bantuan kepadanya.

“Saya kenalin semuanya, ‘Nih di… di room adanya ini-ini aja ya,’ aku bilang gitu kan.”

Jakaria melanjutkan:

“‘Kalau emang ngerasa enggak suka, nanti enggak apa-apa keluar aja,’ gitu kan. ‘Kalau enggak ntar samperin aku aja,’ gue bilang gitu kan.”

Kesaksian Jakaria Jadi Babak Baru

Munculnya kesaksian Jakaria menambah satu versi baru dalam perkara yang telah menjadi perhatian publik.

Ia memberikan penjelasan mengenai kondisi di dalam room, upaya pemisahan yang dilakukannya, hingga versinya mengenai kemungkinan penyebab luka memar yang dialami ANW, perempuan berusia 21 tahun.

Namun, satu kesaksian tidak dapat berdiri sendiri untuk menentukan keseluruhan fakta sebuah perkara.

Masih diperlukan keterangan dari pihak lain, bukti yang tersedia, hasil pemeriksaan medis apabila ada, serta proses penyelidikan untuk mengungkap rangkaian kejadian secara utuh.

Di tengah berbagai versi yang bermunculan, perkara yang menyeret nama Betrand Peto ini kini memasuki fase di mana setiap keterangan akan menjadi bagian penting untuk menyusun kronologi sebenarnya.

Apakah memar pada tubuh ANW benar terjadi akibat terjatuh seperti versi Jakaria, atau terdapat fakta lain yang akan terungkap dalam proses pemeriksaan? Publik kini menunggu kejelasan dari proses yang berjalan.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments