PEKALONGAN – Ahmad Faiz (41), warga Desa Simbang Kulon Gang 1, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, meninggal dunia setelah mengikuti Simbang Kulon Night Carnival (SKNC), Jumat (11/09/2026) malam.
Keluarga menyebut, Faiz sebelumnya sudah mengalami kelelahan dan kurang tidur karena tetap bekerja.
Paman korban, M Musa, mengatakan, Faiz sehari-hari bekerja sebagai pekerja batik dengan membantu mengolah obat batik di tempat saudaranya.
Menurutnya, Faiz dikenal sebagai sosok pekerja keras dan bertanggung jawab sehingga kerap memaksakan diri tetap bekerja meski sudah merasa lelah.
“Dia itu orangnya kalau kerja terlalu semangat. Jadi sering kecapaian. Sudah saya peringatkan, tapi dia memang orangnya tanggung jawab banget,” kata Musa, Sabtu (12/09/2026).
Musa menuturkan, Faiz kemudian ikut memeriahkan SKNC sebagai bagian dari warga Simbang Kulon.
Dalam kegiatan tersebut, Faiz mengenakan kostum untuk mengikuti pawai.
Menurut Musa, kondisi Faiz saat mengikuti karnaval masih terlihat sehat. Rombongan kontingen yang diikutinya tiba kembali sekitar tengah malam.
“Pulangnya itu pukul 00.00 WIB. Kami kan kontingen nomor dua. Pulang istirahat, lalu ngobrol-ngobrol,” ujarnya.
Sesampainya di lokasi, Faiz masih sempat berbincang dengan teman-temannya.
Bahkan, korban sempat mengantarkan teh kotak kepada saudaranya.
Sekitar pukul 02.30 WIB, Faiz sempat dibangunkan untuk pulang ke rumah.
Setelah sampai di rumah dan kembali tidur, istrinya kemudian mendapati kondisi tubuh Faiz terasa dingin.
“Sempat ketahuan badannya dingin. Mau dibawa ke rumah sakit, enggak mau,” kata Musa.
Keluarga kemudian menerima kepergian Faiz.
Musa meminta, agar kabar mengenai kematian korban tidak dikaitkan secara berlebihan dengan penggunaan kostum saat karnaval.
“Kami sudah ikhlas, sudah ridha. Kasihan keluarga, kami sudah ikhlas,” tegasnya.
Terpisah, Kapolsek Buaran AKP Sunarto, mengatakan, setelah mengetahui informasi terkait kematian Faiz ramai di media sosial, polisi mendatangi rumah duka untuk menggali informasi mengenai kondisi korban sebelum meninggal.
Dari keterangan keluarga, Sunarto menyebut Faiz telah mengeluhkan kelelahan sejak beberapa hari sebelum mengikuti karnaval.
Korban juga disebut mengalami kurang tidur karena tetap bekerja.
“Beberapa hari yang lalu memang almarhum mengeluh kelelahan. Sekitar tiga hari yang lalu mengeluhkan kelelahan, jarang tidur. Paling tidur hanya satu jam dalam beberapa hari,” kata Sunarto.
Sementara itu, Panitia SKNC Fatchul Majid mengatakan persiapan karnaval telah dilakukan sekitar dua bulan.
Panitia juga telah memberikan imbauan kepada peserta agar mengikuti ketentuan dan arahan dari perangkat serta kepolisian.
Selama pelaksanaan pawai, kata Fatchul, kegiatan berlangsung lancar tanpa kejadian yang mengganggu jalannya acara.
“Selama pawai, berjalan lancar dan tidak ada kejadian ataupun sesuatu yang aneh-aneh,” kata Fatchul.
Fatchul mengaku sempat melihat Faiz ketika mengenakan kostum dan mengikuti pawai. Saat itu, Faiz disebut terlihat dalam kondisi sehat.
“Untuk Mas Faiz ini ketika pakai kostum juga dalam keadaan sehat,” ujarnya. (Indro Dwi Purnomo)



