BerandaKriminalBetrand Peto disebut tak terlibat dalam kekerasan, server klub malam ungkap asal-usul...

Betrand Peto disebut tak terlibat dalam kekerasan, server klub malam ungkap asal-usul memar di tubuh pelapor

Nama penyanyi Betrand Peto belakangan ini memang ramai diperbincangkan publik. Bukan tanpa alasan, hal itu karena putra angkat Ruben Onsu itu tersandung kasus keributan dan dugaan kekerasan seksual.

Kasus itu muncul usai Betrand Peto dilaporkan oleh seorang perempuan berinisial AW atau ANW. ANW melaporkan Betrand ke polda Metro Jaya atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) pada Sabtu, (12/09/2026).

Kasus tersebut dilaporkan terjadi di sebuah tempat hiburan malam di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Kabar laporan terhadap artis tersebut dibenarkan oleh Kombes Pol Budi Hermanto.

“Dilaporkan hari Sabtu 12 September 2026 di SPKT Polda Metro Jaya,” kata Budi dalam keterangannya, Sabtu dilansir Kompas.com.

Kendati begitu, hal tersebut lantas dibantah oleh seorang server klub malam bernama Jakaria. Dalam pernyataanya, Betrand Peto disebut tak terlibat dalam kekerasan.

Pria bernama Jakaria itu membeberkan kronologi yang terjadi di dalam room klub malam, termasuk soal luka memar yang dialami seorang perempuan berinisial ANW (21). Menurut Jakaria, memar ANW itu kemungkinan terjadi saat lokasi sedang ricuh.

Ia menyebut ANW sempat terjatuh ketika keluar dari room. Ia juga mengaku sempat berusaha memisahkan ANW ketika situasi mulai memanas.

Namun, ANW masih berontak saat hendak dikeluarkan dari room. Alhasil, ANW kemungkinan terbentur meja atau benda lain.

“Oh kalau… sebenarnya kalau untuk luka yang biru-biru, karena dia sempat jatuh juga pas waktu dia keluar dari room. Karena kan saya pisahin nih, saya pisahin dia masih berontak.”

“Mungkin ada ada hal yang kena meja atau segala macam. Terus dia pas keluar juga jatuh juga.” ujar Jakaria dikutip dari akun Tiktok @lambe_turah.

 

Jakaria menyebut ANW masih berusaha mendekati Betrand Peto. Karena situasi itu, Jakaria akhirnya memilih mengeluarkan ANW dari ruangan.

“Karena gue keluarin, dia masih berontak-berontak kayak yang mau nyamperin si B itu, ceweknya A, gitu. Mungkin karena enggak terima, ya udah akhirnya saya keluarin aja. Dan akhirnya dia… dengan kondisi yang itu, dia jatuh.”

“Mungkin situ lah dia memar-memarnya,” ujarnya.

Sementara itu, terkait pemberitaan yang menyeret Betrand Peto, Jakaria menilai hal itu terlau dilebih-lebihkan jika dilihat dari kondisi yang ia saksikan.

“Kalau untuk berita yang beredar, sebenarnya itu terlalu melebih-lebihkan, ya.”

“Dengan kondisi yang saya lihat dan saya… saya lihat di dalam itu tuh enggak ada hal-hal yang seperti itu lah. Itu terlalu yang kayak melebih-lebihkan,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Jakaria juga mengaku sudah berusaha meredakan ketegangan sebelum masalah semakin runyam. Namun, menurut Jakaria, pihak perempuan saat itu memilih meninggalkan lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

“Sebenarnya… dari pihak saya juga yang jaga, mau menyelesaikannya. Mau ngomong baik-baik kenapa sih marah-marah, kenapa sih… ya menenangkan. Jangan sampai ada hal-hal di luaran sana tuh yang…Jadi… iya, jadi huru-hara lah gitu,” ujarnya.

“Cuma dari pihak mereka tuh yang cewek-cewek itu… tiba-tiba enggak mau, masih marah, terus cabut ke rumah sakit, jatuhnya ke klinik lah gitu untuk periksa,” ujar server klub malam tersebut.

Betrand Peto disebut tak terlibat dalam kekerasan, netizen langsung ramai memberi komentar. Ada yang pro ada pula yang kontra dengan kabar tersebut. (*)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments