Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali membuat pekerja yang mengandalkan kendaraan sebagai sumber penghasilan harus menghitung ulang biaya operasional.
Kondisi tersebut turut dirasakan para pengemudi ojek online (ojol) di Karanganyar, Jawa Tengah.
Bagi driver ojol, BBM bukan sekadar kebutuhan untuk menjalankan kendaraan, tetapi menjadi salah satu pengeluaran terbesar setiap hari.
Ketika harga BBM naik, pendapatan yang diterima dari setiap order otomatis terasa semakin kecil setelah dipotong biaya bensin.
Situasi itu dialami Jaki (30), seorang driver ojol asal Karanganyar.
Ia mengaku kenaikan harga BBM membuat pekerjaan sebagai driver ojol semakin sulit menghasilkan keuntungan yang sepadan.
Menurut Jaki, persoalan bukan hanya terletak pada harga BBM yang semakin mahal.
Waktu yang terbuang karena harus mengantre di SPBU juga ikut memengaruhi jumlah order yang bisa ia selesaikan dalam sehari.
“Sekarang untungnya sudah tidak seberapa, BBM naik, belum lagi kalau harus antre lama di SPBU. Orderan bisa hilang begitu saja,” ujar Jaki.
Ia mengatakan, antrean panjang membuat driver harus mengorbankan waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk mengambil penumpang atau mengantarkan pesanan.
Semakin lama berada di SPBU, semakin sedikit pula kesempatan mendapatkan order.
Jaki pun mulai merasa pekerjaan tersebut tidak lagi sebanding dengan tenaga, waktu, dan biaya yang dikeluarkan.
Dalam kondisi seperti sekarang, pendapatan dari order yang masuk harus terlebih dahulu digunakan untuk menutup kebutuhan BBM.
“Kadang sudah keliling jauh, ternyata hasilnya cuma cukup buat bensin. Kalau ditambah waktu habis untuk antre, rasanya sudah tidak masuk,” katanya.
Update Harga BBM 14 September 2026
Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung
Pertamax: Rp 16.300
Pertamax Turbo: Rp 20.000
Dexlite: Rp 24.200
Pertamina Dex: Rp 25.750
– Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau
Pertamax: Rp 16.650
Pertamax Turbo: Rp 20.450
Dexlite: Rp 24.750
Pertamina Dex: Rp 26.300
– FTZ Sabang
Pertamax: Rp 14.950
Dexlite: Rp 22.150
– FTZ Batam
Pertamax: Rp 15.150
Pertamax Turbo: Rp 18.550
Dexlite: Rp 22.500
Pertamina Dex: Rp 23.950
– DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur
Pertamax: Rp 15.950
Pertamax Turbo: Rp 19.600
Pertamax Green 95: Rp 16.600
Dexlite: Rp 23.700
Pertamina Dex: Rp 25.200
– Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur
Bali: Pertalite Rp 10.000; Pertamax Rp 15.950; Pertamax Turbo Rp 19.600; Dexlite Rp 23.700; Pertamina Dex Rp 25.200.
NTB: Pertalite Rp 10.000; Pertamax Rp 15.950; Pertamax Turbo Rp 19.600; Dexlite Rp 23.700; Pertamina Dex Rp 25.200.
NTT: Pertalite Rp 10.000; Pertamax Rp 15.950; Pertamax Turbo Rp 19.600; Dexlite Rp 23.700; Pertamina Dex Rp 25.200; Biosolar nonsubsidi Rp 23.600.
– Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur
Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur: Pertamax Rp 16.300; Pertamax Turbo Rp 20.000; Dexlite Rp 24.200; Pertamina Dex Rp 25.750.
Kalimantan Utara: Pertamax Rp 16.650; Pertamax Turbo Rp 20.450; Dexlite Rp 24.750; Pertamina Dex Rp 26.300.
– Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat
Pertamax: Rp 16.300
Pertamax Turbo: Rp 20.000
Dexlite: Rp 24.200
Pertamina Dex: Rp 25.750
– Maluku dan Maluku Utara
Pertamax: Rp 16.300
Dexlite: Rp 24.200
– Papua
Pertamax: Rp 16.300
Pertamax Turbo: Rp 20.000
Dexlite: Rp 24.200
– Papua Barat dan Papua Barat Daya
Pertamax: Rp 16.300
Dexlite: Rp 24.200
Pertamina Dex: Rp 25.750
– Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan
Pertamax: Rp 16.300
Dexlite: Rp 24.200



