Penanganan TB di Sulawesi Tengah Diperkuat dengan Pembentukan Satgas
Kasus Tuberkulosis (TB) di Sulawesi Tengah masih tergolong tinggi, sehingga memerlukan upaya yang lebih intensif dan koordinasi yang baik antara berbagai pihak. Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menilai bahwa pembentukan Satuan Tugas (Satgas) TB menjadi langkah penting dalam memperkuat penanganan penyakit ini di daerah.
Satgas TB akan dibentuk hingga tingkat kabupaten/kota, dengan Satgas tingkat provinsi bertugas untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program TB di seluruh wilayah. Hal ini dilakukan agar semua daerah dapat menjalankan program pemberantasan TB secara konsisten dan efektif.
Pemprov Sulteng mendapatkan dukungan berupa 16 unit X-Ray portabel pada September 2026. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya mencapai target eliminasi TB pada tahun 2030. Dengan alat ini, deteksi dini kasus TB diharapkan bisa lebih cepat dan akurat, sehingga masyarakat dapat segera mendapatkan pengobatan yang tepat.
Peran Satgas TB di Tingkat Daerah
Gubernur Anwar Hafid menekankan pentingnya pembentukan Satgas TB di setiap kabupaten/kota. Langkah ini dinilai sebagai upaya bersama untuk mengatasi kasus TB yang masih tinggi. Menurutnya, Satgas tidak hanya bertugas menangani kasus TB, tetapi juga memastikan program pemberantasan TB berjalan secara konsisten.
Monitoring dan evaluasi berkala juga diperlukan untuk mengetahui daerah yang masih memiliki kendala dalam penanganan TB. “Kepala daerah, saya pesan, ini TB menjadi prioritas. Kalau perlu, kita bikin masing-masing Satgas TB di kabupaten/kota,” ujar Anwar.
Selain itu, Pemprov Sulteng juga mendorong pembentukan Satgas TB tingkat provinsi. Satgas tersebut akan melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program TB di seluruh kabupaten/kota. Tujuannya adalah untuk memastikan daerah yang masih lemah dalam penanganan TB dapat segera diperkuat.
Keterlibatan Berbagai Pihak dalam Pemberantasan TB
Anwar menegaskan bahwa pemberantasan TB membutuhkan kesatuan gerak dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, mahasiswa hingga masyarakat. “Kalau kita serius semua, satu langkah, satu program, kesatuan gerak, saya yakin dan percaya ini akan bisa kita tuntaskan,” tegasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Anwar juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Kesehatan dalam memperkuat deteksi dini TB di Sulawesi Tengah. Bantuan 16 unit X-Ray portabel ini diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat terhadap pemeriksaan dan mempercepat penemuan kasus TB.
Harapan Mencapai Eliminasi TB pada 2030
Anwar optimistis bahwa penguatan penanganan melalui pembentukan Satgas TB di daerah serta dukungan sarana deteksi dini dapat membantu Sulteng mencapai target eliminasi TB pada tahun 2030. Ia berharap semua pihak dapat bekerja sama secara bersama-sama untuk mencapai tujuan tersebut.


