BerandaNasionalGubernur NTB: Restorasi Sade Butuh Biaya Tinggi

Gubernur NTB: Restorasi Sade Butuh Biaya Tinggi



Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan bahwa pemerintah akan segera melakukan restorasi terhadap Kampung Adat Sade di Lombok Tengah setelah kebakaran yang melanda kawasan tersebut. Ia menegaskan bahwa proses restorasi tidak akan mengubah karakteristik kawasan adat Sade. Bangunan yang terbakar akan dipulihkan kembali seperti semula karena kawasan ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang penting bagi masyarakat Sasak.

“Nggak, justru itu nanti pasti prosesnya akan sangat mahal karena kita harus memastikan bahwa itu dibangun kembali seperti, namanya juga restorasi, kembali seperti semula gitu,” ujarnya saat ditemui di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (23/8).

Menurut Lalu, pemerintah lebih dahulu fokus pada penanganan warga yang terdampak sebelum masuk ke tahap restorasi kawasan. Sebanyak 70 kepala keluarga (KK) yang tinggal di kawasan tersebut menjadi perhatian utama dalam penanganan pasca-kebakaran.

“Setelah menangani korban, menangani masyarakat yang tinggal di situ yang 70 KK, sekarang kita fokus untuk mempersiapkan restorasinya karena kita ini restorasi benda daerah yang bersejarah begitu,” katanya.

Kampung Adat Sade merupakan permukiman masyarakat Suku Sasak yang mempertahankan rumah tradisional, adat istiadat, kesenian, serta berbagai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Kawasan tersebut juga menjadi salah satu tujuan wisata budaya di Lombok. Kebakaran yang terjadi pada Sabtu (22/8) malam menghanguskan sejumlah rumah dan fasilitas di kawasan adat tersebut. Pemerintah daerah kini mulai mendata bangunan serta benda-benda budaya yang terdampak untuk menentukan langkah pemulihan.

Lalu menjelaskan bahwa proses restorasi akan membutuhkan biaya besar karena pembangunan kembali harus memperhatikan karakter asli kawasan. Pemerintah juga masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab kebakaran.

“Masih dilihat penyebabnya. Masih kita masih cari tahu tentang penyebabnya ini. Masih teman-teman melakukan investigasi,” ujarnya.

Ia menyebut ada kemungkinan kebakaran berkaitan dengan aliran listrik di sejumlah bangunan. Namun, dia menegaskan dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui proses investigasi.

“Belum, belum. Kemungkinan ada yang terkait dengan elektriknya, dengan listrik yang ada, aliran listrik yang ada di situ. Di beberapa bangunan itu,” katanya.

Proses Restorasi yang Kompleks

Restorasi kawasan adat Sade tidak hanya sekadar membangun ulang bangunan, tetapi juga mempertahankan nilai-nilai budaya dan sejarah yang telah lama menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat. Proses ini memerlukan pendekatan yang hati-hati dan melibatkan ahli sejarah, arsitektur, serta para tokoh masyarakat yang memahami karakteristik kawasan tersebut.

  • Dalam proses restorasi, pemerintah akan memastikan bahwa semua elemen yang terbakar dapat dipulihkan sesuai dengan kondisi aslinya.
  • Selain itu, pemerintah juga akan memprioritaskan kebutuhan dasar warga yang terdampak, termasuk tempat tinggal sementara dan akses ke layanan kesehatan.
  • Pemulihan kawasan ini juga akan mencakup pembersihan area yang terkena dampak kebakaran dan pengujian struktur bangunan untuk memastikan keamanannya.

Penyebab Kebakaran Masih Dicari

Meskipun belum ada kesimpulan pasti, pemerintah tetap berkomitmen untuk melakukan investigasi menyeluruh agar bisa mengetahui penyebab kebakaran. Hasil investigasi ini akan menjadi dasar dalam mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

  • Tim investigasi akan bekerja sama dengan lembaga terkait dan ahli teknis untuk memastikan keakuratan hasil analisis.
  • Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan kebakaran, khususnya di area yang memiliki nilai budaya tinggi.
  • Edukasi tentang penggunaan alat listrik dan perawatan bangunan tradisional akan menjadi bagian dari program pencegahan.

Tantangan dalam Pemulihan

Pemulihan kawasan adat Sade bukanlah hal mudah. Selain tantangan teknis, pemerintah juga harus menghadapi tantangan sosial dan ekonomi. Banyak warga yang bergantung pada kawasan ini sebagai sumber penghidupan, baik melalui pariwisata maupun aktivitas ekonomi lokal.

  • Pemerintah akan mencari solusi untuk membantu warga kembali beraktivitas secara normal.
  • Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku wisata untuk memastikan kawasan dapat kembali menjadi daya tarik yang kuat.
  • Pemulihan juga akan mencakup upaya untuk memperkuat infrastruktur dan sistem keamanan di kawasan tersebut.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments