Persiapan Tim PSS Sleman Menuju Super League 2026/2027
PSS Sleman terus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi resmi musim depan dengan melaksanakan laga uji tanding pramusim. Salah satu pertandingan yang dilakoni adalah melawan PSM Makassar di Stadion Maguwoharjo. Pertandingan ini menjadi bagian dari strategi tim untuk menguji kesiapan dan kekuatan pemain sebelum bergulirnya Super League 2026/2027.
Pertandingan berjalan dalam tempo tinggi, dengan kedua tim menunjukkan permainan agresif sejak awal. Banyak duel perebutan bola terjadi, mencerminkan intensitas pertandingan yang tinggi. PSM Makassar lebih dulu membuka keunggulan pada menit ke-35 setelah serangan cepat Juku Eja berhasil menembus pertahanan PSS dan mencetak gol melalui Pedro Caracoci.
Namun, PSS Sleman tidak butuh waktu lama untuk merespons. Matheus Fornazari mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-38 setelah menerima umpan terobosan dari Gustavo Tocantins. Laga tersebut menggunakan format 3×40 menit, yang memberikan kesempatan bagi hampir seluruh pemain untuk mendapatkan menit bermain yang cukup.
Strategi Pelatih dalam Menguji Kesiapan Tim
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, menyambut positif format pertandingan ini karena memberikan keuntungan bagi tim. Menurutnya, banyak pemain mampu bermain selama 60 hingga 70 menit, yang dinilai penting untuk membangun kesiapan fisik dan memahami atmosfer pertandingan resmi.
“Pertandingan lawan PSM ini sangat bermanfaat. Hampir setiap pemain bermain lebih dari 60 hingga 70 menit. Hal itu penting pada tahap persiapan musim seperti sekarang ini,” kata Huistra.
Selain itu, ia menilai intensitas pertandingan melawan PSM menjadi simulasi yang baik sebelum PSS tampil di Super League. Duel keras dan sejumlah kartu kuning yang keluar dianggap sebagai bagian dari pertandingan kompetitif.
Eksperimen dan Kesempatan untuk Pemain Muda
Pramusim juga menjadi masa yang tepat bagi Huistra untuk melakukan eksperimen. Beberapa pemain dicoba di posisi yang berbeda untuk melihat opsi yang bisa digunakan ketika kompetisi berlangsung. Hal ini bertujuan untuk memperluas pilihan taktik yang tersedia.
Beberapa pemain muda seperti Aziz, Joseph, Farrel, dan Cloudio juga mendapatkan kesempatan tampil. Huistra secara khusus menilai Cloudio mampu menjalankan peran dengan baik meski dimainkan di luar posisi utamanya. Ia menyebut bahwa pramusim adalah waktu yang tepat untuk melakukan hal tersebut, karena saat kompetisi sudah berjalan, akan lebih sulit untuk terlalu banyak melakukan eksperimen.
Kembalinya Pemain Kunci dan Kesiapan Skuad
Pertandingan ini juga menjadi momen kembalinya Melvyn Lorenzen setelah sempat mengalami cedera ringan. Selain itu, Christophe Nduwarugira akhirnya bisa tampil setelah proses administrasinya rampung. Huistra menyambut positif kehadiran keduanya, yang semakin melengkapi skuad PSS Sleman.
Dengan semakin lengkapnya skuad, PSS Sleman memiliki lebih banyak opsi untuk mematangkan komposisi tim sebelum dimulainya Super League 2026/2027. Hal ini menunjukkan bahwa klub telah mempersiapkan diri secara matang untuk menghadapi kompetisi yang lebih kompetitif dan menantang.


