Konflik Internal di FIFA Menghadirkan Persoalan yang Membuat Perhatian Publik Berpindah
Presiden FIFA Gianni Infantino kembali menjadi sorotan setelah tetap menghadiri turnamen sepak bola usia muda di Punta Cana, Republik Dominika. Meski sebelumnya ada permintaan dari salah satu wakil presiden FIFA agar tidak hadir, Infantino memilih untuk tetap menjalani agenda tersebut.
Keputusan ini menarik perhatian karena Victor Montagliani, Presiden CONCACAF sekaligus Wakil Presiden FIFA, sebelumnya meminta Infantino mempertimbangkan kembali kehadirannya. Montagliani khawatir bahwa kedatangan Infantino justru akan membuat perhatian publik beralih dari turnamen dan para pemain muda kepada isu-isu internal FIFA.
Dalam surat terbuka yang dikutip Associated Press, Montagliani menyebut bahwa kondisi tata kelola FIFA sedang menghadapi tekanan setelah munculnya kontroversi terkait proposal FIFA Forward Enterprise. Menurutnya, kehadiran Infantino berpotensi membuat media lebih banyak membahas persoalan tersebut dibandingkan kegiatan pembinaan pemain muda.
Namun, permintaan Montagliani tidak membuat Infantino membatalkan kunjungannya. Ia tetap hadir dan menjalani sejumlah agenda di Republik Dominika. Bahkan, Infantino bertemu dengan beberapa pejabat setempat, termasuk Menteri Olahraga dan Rekreasi Republik Dominika Kelvin Cruz serta Presiden Federasi Sepak Bola Dominika Jose Deschamps.
Kehadiran tersebut menunjukkan bahwa Infantino memilih tetap menjalankan agenda publiknya di tengah tekanan yang semakin besar dari sejumlah pejabat sepak bola dunia.
Proposal Investasi FIFA Jadi Pemicu Perselisihan
Perselisihan yang terjadi tidak bisa dilepaskan dari polemik FIFA Forward Enterprise. Proposal tersebut dirancang untuk mengubah pengelolaan bisnis komersial FIFA yang bernilai miliaran dolar melalui sebuah perusahaan baru yang juga melibatkan investor dari luar.
Kelompok investor yang dipimpin Joshua Kushner disebut akan memiliki sekitar 20 persen saham dalam struktur tersebut. Rencana itu kemudian mendapat penolakan dari sejumlah tokoh sepak bola. Tekanan yang semakin besar akhirnya membuat Infantino menarik proposal tersebut pada 1 Agustus 2026.
Masalah semakin berkembang setelah Chief Operating Officer FIFA Kevin Lamour secara terbuka mengkritik proposal tersebut dan gaya kepemimpinan Infantino. Lamour kemudian diberhentikan dari jabatannya pada pekan ini.
Di sisi lain, Montagliani kini disebut semakin dekat dengan Presiden UEFA Aleksander Ceferin dan Presiden AFC Sheik Salman bin Ebrahim Al Khalifa. Situasi tersebut membuat perbedaan sikap di antara para pejabat FIFA semakin terlihat.
Infantino Bidik Masa Jabatan Keempat
Konflik tersebut juga muncul ketika Infantino tengah mempersiapkan pencalonannya untuk masa jabatan keempat sebagai Presiden FIFA. Jika kembali terpilih, Infantino akan memimpin FIFA hingga 2031. Pemilihan dijadwalkan berlangsung dalam Kongres FIFA di Rabat, Maroko, tahun depan.
Para calon penantang Infantino harus mendaftarkan diri paling lambat 18 November. Tekanan terhadap Infantino pun semakin besar. Terlebih, ia dinilai belum memberikan penjelasan panjang mengenai kontroversi proposal investasi tersebut.
Saat ditemui reporter Sky News James Matthews di Punta Cana dan ditanya apakah dirinya telah mengkhianati sepak bola serta seharusnya mundur, Infantino memilih menjawab singkat dengan ucapan terima kasih. Ia kemudian bergurau mengenai dirinya dan Matthews yang sama-sama berkepala botak.
Sikap tersebut menjadi gambaran terbaru bahwa perselisihan di tubuh FIFA tidak lagi sekadar perbedaan pandangan mengenai kebijakan. Menjelang pemilihan presiden, pertarungan pengaruh di organisasi sepak bola dunia itu berpotensi semakin terbuka.


